Mengenal Lebih Dekat

FILOSOFI & REKAM JEJAK

Menjaga nyala api tradisi Blambangan agar tetap bersinar di era modernisasi melalui rekonstruksi gerak, edukasi pakem, dan inovasi karya seni pertunjukan.

Akar Budaya

Menampung, Menyambut, dan Merawat Seni Blambangan.

Di bawah rindangnya pepohonan Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Sanggar Nampani berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan sekaligus ruang hidup bagi kelestarian budaya Suku Osing di Banyuwangi. Didirikan di bawah kepemimpinan Samian (Sammy Guide), sanggar ini lahir dari sebuah kesadaran kolektif untuk menyelamatkan adat istiadat dan kesenian asli dari gerusan zaman. Nama "Nampani" sendiri diambil dari bahasa lokal yang berarti menerima atau menyambut, sebuah filosofi mendalam yang mencerminkan keteguhan mereka dalam menerima serta mengestafetkan warisan leluhur kepada generasi muda, sekaligus keterbukaan dalam menyambut para pelancong dunia. Peran sanggar ini sangat sentral dalam kehidupan komunal masyarakat Jopuro, terutama sebagai penggerak utama dalam Ritual Adat Ithuk-Ithukan—sebuah upacara bersih desa dan rasa syukur atas melimpahnya sumber mata air setempat. Di sinilah anak-anak sejak dini ditempa dengan tarian tradisional legendaris seperti Tari Lundoyo dan Tari Gandring Cagar Budaya, hingga keterampilan kriya pelestarian budaya seperti menganyam ketupat adat. Seiring berjalannya waktu, Sanggar Nampani kini telah bertransformasi menjadi destinasi eduwisata unggulan (The Local Experience) yang menawarkan pengalaman autentik melalui jejak arsitektur rumah adat kayu khas Osing, kuliner tradisional, dan homestay berbasis masyarakat, hingga kerap memikat perhatian berbagai media nasional sebagai cerminan sejati dari denyut nadi kebudayaan Banyuwangi yang terus menyala.

Tradisi bukanlah ritual merawat abu sejarah, melainkan upaya menjaga nyala api kehidupan agar tetap menginspirasi generasi yang akan datang.

— Tim Kurator Sanggar Nampani

VISI DAN MISI STRATEGIS

🎯

Visi Utama

Menjadi ruang hidup budaya Osing yang mandiri, di mana warisan tradisi, seni, dan ritual leluhur dirawat dengan bangga oleh generasi muda, sekaligus menjadi beranda depan yang inklusif untuk memperkenalkan jati diri Banyuwangi kepada dunia.

🚀

Misi Sanggar

  • Menyelamatkan kesenian langka (seperti Tari Lundoyo dan Tari Gandring) dengan melatih anak-anak sedini mungkin agar rantai tradisi tidak terputus.
  • Menjadi motor penggerak dan penjaga kesakralan ritual tahunan, seperti Ritual Adat Ithuk-Ithukan, demi menjaga keseimbangan spiritual dan alam di Dusun Rejopuro.
  • Mengembangkan pariwisata yang jujur dan ramah lingkungan tanpa mengeksploitasi budaya, melalui penyediaan homestay adat, kerajinan anyaman, dan kuliner tradisional khas Osing.
  • Mengembangkan pariwisata yang jujur dan ramah lingkungan tanpa mengeksploitasi budaya, melalui penyediaan homestay adat, kerajinan anyaman, dan kuliner tradisional khas Osing.

Pilar Kreatif

TIM DEWAN GURU & AHLI

Foto Guru

Pakar 1

Pimpinan Tari

Beliau adalah

Foto Guru

Pakar 2

Pimpinan Sanggar

Dia adalah

Foto Guru

Jamaludin

Sektretaris Sanggar

Dia Sekretaris

Generasi Penerus

TALENT & SISWA SANGGAR

Foto Siswa

Marlon

Penari 1

INGIN MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA NAMPANI?

Pintu Sanggar Nampani selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin belajar menari, menabuh gamelan, menyewa busana adat premium, ataupun berkolaborasi menciptakan karya seni pertunjukan baru.

HUBUNGI / KUNJUNGI KAMI →

Lokasi Kami

TEMUKAN SANGGAR NAMPANI